Arsip Blog
Rabu, 21 Agustus 2019
Analisis Jabatan
Analisis jabatan (Job analysis) dapat diartikan sebagai suatu aktivitas mengkaji, mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu pekerjaan secara sistematis dan sistemik (Sastrohadiwiryo,2002:127).
Jumlah orang yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan sama dengan jumlah waktu untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan dibagi dengan waktu yang diberikan kepadasatu orang. Analisis jabatan secara sistematik meliputi kegiatan-kegiatan mengumpulkan, mengevaluasi, dan mengorganisasikan jabatan /pekerjaan, dimana hasilnya meliputi uraian jabatan(job description) dan syaratjabatan ( job specification).
Langkah pertama dalam analisis jabatan dimulai dengan mengkaji organisasi secara keseluruhan dan kesesuaian tiap jabatan yang ada dalam organisasi.
Langkah kedua adalah menentukan bagaimana informasi dalam organisasi dianalisis, jabatan akan digunakan, atau menentukan tujuan spesifik dari analisis jabatan.
Langkah ketiga adalah pemilihan penggunaan teknik-teknikanalisis jabatan. Teknik-teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data tentangkarakteristik jabatan, perilaku yang disyaratkan, karakteristik yang perlu dimiliki pekerja untuk menjalankan pekerjaan. Informasi yang diperoleh tadi kemudian untuk menyusun uraian jabatan.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan spesifikasi jabatan. Artinya, pengetahuan dan data yang dikumpulkan dalam langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya, digunakan sebagai dasar untuk merencanakan dan menjalankan kegiatan-kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) lainnya. Kegiatan menajemen SDM ini meliputi aktivitas-aktivitasseperti rekruitmen, seleksi, pelatihan, penilaian kinerja, kompensasi gaji pegawai,promosi, pemindahan pegawai atau penempatan pegawai.Selain itu, hasil analisis jabatan juga berguna untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan hal-hal berikut.
a. Deskripsi pekerjaan (job description), yaitu suatu daftar yang menggambarkanbagaimana tugas pekerjaan, wewenang, dan tanggung jawab yang diperlukanuntuk suatu pekerjaan tertentu. Dalam deskripsi pekerjaan juga dicantumkannama jabatan, kode jabatan, tanggal pembuatan, nama penyusun, namadepartemen, lokasi, hubungan lini (hubungan dengan atasan langsung), kondisikerja, dan waktu kerja.
b. Spesifikasi pekerjaan (job specification), yaitu suatu daftar yang berisi tentangpengetahuan, kemampuan, dan keterampilan serta karakteristik lain yang harusdimiliki seseorang terkait dengan posisinya pada jabatan tertentu. Dalamspesifikasi jabatan, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain fisik (tinggi,berat, dan wajah), mental, pengalaman kerja, umur, jenis kelamin, dan statusperkawinan.
c. Desain pekerjaan ( job design), yaitu suatu proses rancangan pekerjaan denganpenetuan tugas-tugas dan metode serta bagaimana hubungan pekerjaantersebut dengan pekerjaan lain yang masih berada dalam naunganperusahaan.
Analisis jabatan penting dilakukan sebelum diadakan perekrutan tenaga kerja.
Ada beberapa manfaat yang diperoleh dengan mengadakan analisis pekerjaan, yang juga merupakan tujuan dari dilakukannya analisis jabatan.
TUJUAN ANALISIS JABATAN
Adapun tujuan analisis jabatan yaitu:
1) Memperoleh tenaga kerja pada posisi yang tepat.
2) Memberikan kepuasan pada diri tenaga kerja.
3) Menciptakan iklim dan kondisi kerja yang kondusif.
FUNGSI ANALISIS JATABATAN
Analisis jabatan, di samping menghasilkan uraian dan spesifikasi jabatan, juga memiliki fungsi lain, yaitu :
1. Pengadaan tenaga kerja :
Spesifikasi jabatan merupakan standart personilia yang digunakan sebagaipembanding para calon tenaga kerja. Isi spesifikasi jabatan akan memberikandasar pembentukan prosedur seleksi nantinya.
2. Pelatihan :
Isi uraian tugas dan pekerjaan dapat digunakan sebagai dasar untukmengambil keputusan, khususnya dalam hal program pelatihan danpengembangan sumber daya manusia.
3. Evaluasi kinerja:
Persyaratan-persyaratan dan uraian jabatan dapat dinilai sebagai dasar untukmenentukan nilai pegawai dalam pemberian kompensasi yang layak.
4. Penilaian prestasi :
Untuk menentukan apakah pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik makadeskripsi jabatan akan sangat membantu untuk pemilihan sasaran pekerjaan.
5. Promosi dan transfer pegawai :
6. Informasi dan data pegawai akan membantu proses pengambilan keputusansebagai dasar program promosi dan transfer pegawai.
METODE ANALISIS JABATAN
Ada empat metode yang digunakan dalam proses analisis jabatan untuk pengumpulan data terhadap suatu jabatan, antara lain sebagai berikut.
1. Kuesioner/daftar pertanyaan, yaitu pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya, kemudian disebarkan kepada pegawai untuk diisi.
2. Pengamatan (observation), yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati langsung di tempat, Hasil pengamatan tersebut langsung di catat untuk diolah menjadi informasi untuk jabatan tersebut,
3. Wawancara (interview ), yaitu pengumpulan data dengan mengajukanpertanyaan yang disiapkan sebelumnya dan mencatat jawabannya untukdiolah informasi yang diperlukan,
4. Menulis laporan pekerjaan secara singkat.
Jumat, 24 Mei 2019
Jois Us For VCT Batch 4 Indonesia 84 Jakarta 2

VCT Batch 4 Indonesia 84 Jakarta 2
Bergabung sebagai peserta VCT Batch 4 memberikan pengalaman tersendiri, sebagai guru milineal kita memang ditantang untuk mampu menguasai teknologi dan informasi. Bagaimana tidak... kita tidak bisa pungkiri bahwa kita sudah memasuki era revolusi 4.0 yang tidak hanya menawarkan sisi positif tapi juga sisi negatif. Mau tidak mau, siap tidak siap Indonesia akan berhadapan dengan revolusi yang ditopang oleh teknologi-teknologi abad 21 seperti machine learning, artificial intelligence, internet of thing, hingga 3 D Printing. Oleh sebab itu sebagai guru kita harus sigap dan cepat tanggap dan mempersiapkan diri agar peserta didik kita dapat mengikuti perkembangan yang ada.
VCT Batch 4 merupakan gebrakan yang dipersembahkan oleh SEAMEO dan guru-guru untuk Indonesia adalah pelatihan mengelola training online. Dengan VCT Diseminasi pengetahuan baru yang terupdate dari Sabang sampai Merauke akan mudan dan relatif cepat dilakukan.
VCT Batch 4 Indonesia 84 Jakarta 2 sudah dimulai sejak tanggal 20 Mei 2019. ada 1000 lebih guru-guru DKI yang sudah bergabung dengan instruktur-instrutur yang merupakan alumni VCT sebelumnya. Alhamdulillah dengan kesabaran para instruktur VCT Batch 4 Jakarta 2 diantranya Bapak Hasan Bul (SMK N 1) Bu Marlina (SMA 68), Bapak Candra Gunawan (SDN Pasar Baru 11)kami dibimbing untuk bisa melalukan seminar atau pembelajaran online. setiap peserta diberi kesempatan untuk menjadi Host, Presenter dan Moderator. Mudah2an kita semua diberi kesehatan dan kemudahan untuk menyelesaikan tugas demi tugas. Ayo semangat bapak ibu pejuang sinyal... Bersama kita pasti bisa...
Rabu, 21 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Pembelajaran Arsip dengan Model Discovery Learning
https://drive.google.com/file/d/1IvJjAsjaeWVo-sM-MUw5eG93LK7RrM5R/view?usp=sharing
Senin, 12 November 2018
Rabu, 17 Oktober 2018
PEMBUATAN NOTULA RAPAT
Notula adalah catatan mengenai semua pembicaraan
dalam sebuah rapat. Notula merupakan sumber informasi atau dokumen yang
otentik. Notula harus ditulis dengan teliti, artinya semua pokok persoalan yang
dibahas dalam rapat harus ditulis dengan tepat, semua yang ditulis harus sesuai
dengan pokok pembicaraan dan harus jelas.
2. Fungsi
Notula Rapat dan Jenis Notula Rapat
A. Fungsi
Notula
Beberapa
fungsi notula sebagai berikut :
1.
Sebagai
alat bukti
Apabila ada
kasus, maka notula dapat digunakan sebagai bahan pembuktian di pengadilan.
2.
Sebagai
sumber informasi untuk peserta rapat yang tidak hadir
Meskipun
peserta berhalangan hadir, sebaiknya peserta tersebut tetap mengetahui materi rapat
yang dibahas dan mengetahui hasil rapat.
3.
Sebagai
pedoman untuk rapat berikutnya
Rapat yang terdahulu yang memerlukan tindak lanjut,
direalisasikan dalam rapat berikutnya dan mengetahui hasil rapat.
4.
Sebagai
alat pengingat untuk peserta rapat
Biasanya setelah pembukaan rapat, dibacakan notula
hasil rapat sebelumnya sehingga dapat mengingatkan para peserta rapat.
5.
Sebagai
dokumen
Notula
sebagai dokumen sehingga harus disusun dengan rapi menurut kronologis dan
dijilid secara rapi lalu disimpan dengan baik sesuai dengan system pengarsipan
6.
Sebagai
alat untuk rapat semu
Yang dimaksud dengan rapat semua adalah rapat yang
tidak pernah dilaksanakan atau rapat fiktif. Pada saat menyusun notula biasanya
dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli hokum.
B. Jenis
Notula
Terdapat dua jenis notula sebagai berikut :
1.
Notula
harfiah
Ialah laporan atau pencatatan secara menyeluruh
kata demi kata, tanpa menghilangkan atau menambahkan kata lain (dari notulis).
2.
Notula
rangkuman
Notula
rangkuman adalah laporan ringkas tentang pembicaraan dalam rapat. Oleh karena
itu notulis harus terampil menilai isi pembicaraan dari setiap peserta. Notulis
harus dapat memilih atau memilah setiap pembicaraan. Hal-hal yang ditulis
adalah hal-hal yang sesuai dengan teman dan tujuan rapat.
C. Sistematika Notula Rapat.
Notulen adalah sebutan tentang perjalanan suatu
kegiatan baik seminar, rapat, diskusi atau siding yang dimulai dari awal sampai
akhir yang ditulis oleh seorang notulis. Sistematika notula rapat terdiri dari
:
Kepala
notulen merupakan bagian-bagian yang pertama kali harus diingat dalam penulisan
tanpa tertinggal. Adapun kepala notulen terdiri dari
1)
Nama atau
tema yang akan dibahas
2)
Hari dan
tanggal acara dilaksanakan
3)
Waktu (jam)
pelaksanaan acara
4)
Tempat
pelaksanaan acara
5)
Acara saat
berlangsung
6)
Unsur-unsur
yang terlibat dalam rapat, yaitu ketua dan wakil ketua, sekretaris, notulis,
peserta
b.
Isi Notulen
Isi notulen
merupakan suatu bagian dari susunan notulen
yang isinya berupa hal-hal yang dianggap penting dalam kegiatan tersebut,
tanpa ada yang tertinggal. Adapun sistematika dalam penulisan notulen adalah
1)
Kata
pembukaan
2)
Pembahasan
3)
Pembacaan
keputusan hasil
4)
Waktu (jam)
penutupan
c.
Bagian
akhir notulen
Bagian
akhir notulen merupakan penulisan atau penjelasan tentang hal-hal yang berada
pada akhir penulisan notulen. Namun, walaupun diakhir pengertian kedudukannya
sangat penting dalam penulisan notulen. Susunan sistematika dari bagian akhir
notulen adalah
1)
Nama
jabatan
2)
Tanda
tangan
3)
Nama
pejabat, pangkat dan NIP
d.
Penandatangan
Penandatangan
merupakan kumpulan tanda tangan orang-orang yang dianggap penting terhadap
pertanggungjawaban acara yang dilaksanakan.
Berikut
adalah penjelasan tentang penandatanganan
1)
Notulen
ditanda tangani oleh pejabat dilingkungan secretariat daerah dibuat dalam
kertas ukuran folio dengan menggunakan
kop naskah dinas secretariat.
2)
Notulen
yang ditanda tangani oleh pejabat dilingkungan satuan organisasi dibuat dalam
kertas ukuran folio, dengan menggunakan kop naskah dinas satuan organisasi yang
bersangkutan.
3)
Notulen
ditanda tangani oleh ketua, wakil ketua, sekretaris dan notula.
D. Prosedur
Pembuatan Notula Rapat
Dalam membuat notula harus melakukan persiapan
terlebih dahulu sebagai berikut.
a.
Menyediakan
alat tulis dan kertas, tapi sekarang sudah umum digunakan personal computer
ataupun notebook atau laptop untuk penyusunan notula.
b.
Menyediakan
kaset rekaman bila ada pembicaraan yang tidak dapat ditulis
c.
Memahami
prosedur rapat sebelum rapat dimulai.
d.
Menyediakan
buku-buku referensi yang menunjang materi rapat.
Langganan:
Postingan (Atom)
